SMAN 7 Prabumulih Imbau Siswa Gunakan Masker Antisipasi Dampak Kabut Asap

 


PRABUMULIH,Vijaronline.com — Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Selatan turut meningkatkan potensi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kondisi tersebut juga mulai mendapat perhatian di Kota Prabumulih, meski kabut asap hingga saat ini belum menyelimuti wilayah tersebut secara signifikan.

Sebagai langkah pencegahan terhadap gangguan kesehatan, khususnya masalah pernapasan, SMA Negeri 7 Prabumulih mengambil inisiatif untuk mengimbau para siswa menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Kepala SMA Negeri 7 Prabumulih, Leonardi Jaye Putra, M.Pd., mengatakan kebijakan penggunaan masker tersebut merupakan langkah mandiri dari pihak sekolah sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan dampak kabut asap.

“Untuk penggunaan masker memang belum ada instruksi dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel maupun pihak terkait. Ini merupakan inisiatif dari sekolah dan kesadaran kita bersama untuk menjaga kesehatan siswa,” ujar Leonardi saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2026).

Ia mengungkapkan, beberapa hari sebelumnya sempat terjadi kebakaran lahan yang lokasinya tidak jauh dari lingkungan sekolah. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pihak sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sebagai langkah antisipasi lainnya, pihak sekolah juga melaksanakan kegiatan kebersihan di sekitar area luar pagar sekolah pada Senin pagi. Sampah dan sisa material hasil pembersihan kemudian diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Leonardi mengingatkan seluruh siswa untuk tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar ruangan, khususnya jika kondisi udara mulai dipengaruhi asap.

“Kami mengimbau seluruh pelajar SMA Negeri 7 Prabumulih untuk menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Ini sebagai langkah antisipasi agar kesehatan mereka tetap terjaga,” ujarnya.(*)


Post a Comment

0 Comments