Konsolidasi Dimulai, PDIP Prabumulih Siap Bertarung untuk 8 Kursi Legislatif



PRABUMULIH,Vijaronline.com – DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Prabumulih mulai memantapkan langkah politik untuk menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Partai berlambang banteng moncong putih tersebut memasang target meraih delapan kursi legislatif sekaligus berupaya merebut posisi Ketua DPRD Kota Prabumulih.

Target politik itu disampaikan Ketua DPC PDIP Kota Prabumulih, Dipe Anom, S.R., seusai pengukuhan enam Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP se-Kota Prabumulih yang dipimpin langsung Ketua DPD PDIP Sumatera Selatan, H. Devi Suhartoni, di Ballroom Fave Hotel, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus partai, kader, serta pengurus dan anggota KSB PDIP dari tingkat provinsi maupun Kota Prabumulih.

Dipe Anom menjelaskan, pengukuhan PAC merupakan bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi dan mempersiapkan mesin partai menghadapi kontestasi politik mendatang. Setelah kepengurusan di tingkat kecamatan terbentuk, konsolidasi akan dilanjutkan hingga tingkat ranting di kelurahan dan desa, termasuk anak ranting.

Menurutnya, penguatan struktur organisasi harus berjalan seiring dengan upaya memperluas dukungan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mewujudkan target perolehan kursi yang telah ditetapkan partai.

“Target Pemilu Legislatif ke depan, PDI Perjuangan ditargetkan harus mencapai kursi Ketua DPRD Kota Prabumulih. Kalau melihat konsolidasi kursi dengan sebaran suara dapil, kurang lebih ditargetkan delapan kursi,” ujar Dipe.

Ia menyadari, pencapaian target tersebut membutuhkan kerja keras dan keterlibatan seluruh kader. Karena itu, pengurus partai di setiap tingkatan diminta tidak hanya fokus pada pembenahan struktur organisasi, tetapi juga aktif menjalin komunikasi dan membangun kedekatan dengan masyarakat.

Dipe menekankan bahwa kader PDIP harus hadir langsung di tengah warga untuk menyerap aspirasi, mendengarkan berbagai persoalan, serta memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui jalur politik dan lembaga perwakilan rakyat.

Aspirasi yang dihimpun dari masyarakat di tingkat PAC dan ranting diharapkan dapat disalurkan kepada anggota fraksi PDIP di DPRD Kota Prabumulih, DPRD Provinsi Sumatera Selatan, hingga DPR RI sesuai dengan kewenangan masing-masing.

“Pengurus dan kader diwajibkan turun ke bawah, melakukan pendekatan kepada masyarakat, serta memperjuangkan aspirasi dan keinginan masyarakat yang ada di Kota Prabumulih,” tegasnya.

Dalam upaya mengejar target delapan kursi, PDIP Prabumulih juga mencermati kemungkinan perubahan atau penataan daerah pemilihan (dapil). Dipe menyinggung peluang pemekaran Dapil 1 yang dinilai dapat menjadi salah satu aspek dalam perhitungan strategi politik partai.

Meski demikian, penataan dapil dan alokasi kursi legislatif tetap harus mengacu pada regulasi serta keputusan resmi yang berlaku. Oleh sebab itu, PDIP akan memaksimalkan konsolidasi internal dan memperkuat basis dukungan masyarakat sebagai langkah utama menghadapi Pemilu 2029.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP Sumatera Selatan, H. Devi Suhartoni, menegaskan bahwa pengukuhan enam PAC di Kota Prabumulih bukan sekadar kegiatan seremonial. Agenda tersebut merupakan bagian dari upaya membangun organisasi yang solid sekaligus mempersiapkan kader untuk menjalankan kerja politik secara terarah.

Devi menyampaikan bahwa PDIP Prabumulih memiliki sasaran untuk meningkatkan kekuatan politik di lembaga legislatif hingga mampu menduduki kursi Ketua DPRD Kota Prabumulih.

“Target kita harus menang di parlemen. Kita kuasai parlemen, kita jadi Ketua DPRD Kota Prabumulih. Itu target kita,” kata Devi.

Ia juga mengingatkan agar konsolidasi tidak berhenti pada tingkat PAC. Penguatan organisasi harus diteruskan hingga pengurus ranting dan anak ranting sehingga seluruh struktur partai dapat bergerak secara terpadu.(*)

Dengan kepengurusan yang semakin solid dan kader yang aktif menyerap aspirasi masyarakat, PDIP Prabumulih berharap dapat meningkatkan perolehan suara pada Pemilu 2029. Target delapan kursi legislatif dan posisi Ketua DPRD pun menjadi sasaran politik yang akan diperjuangkan melalui kerja organisasi dan pendekatan langsung kepada masyarakat.

Post a Comment

0 Comments