PRABUMULIH,Vijaronline.com– Upaya melestarikan bahasa daerah di kalangan generasi muda terus digelorakan di Kota Prabumulih. Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat SMP se-Kota Prabumulih yang digelar di SMP Negeri 12 Prabumulih, Sabtu (26/9/2026).
Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tahun ini mempertandingkan empat cabang lomba yang menjadi bagian utama dalam kegiatan, yaitu:
Lomba Membaca dan Menulis Puisi;
Lomba Membaca dan Menulis Cerita Pendek;
Lomba Mendongeng; dan
Lomba Berpidato.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Kota Prabumulih bersama Guru Master tersebut berlangsung meriah dengan mengusung semangat pelestarian bahasa dan budaya daerah.
Festival secara resmi dibuka oleh perwakilan Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, Beni dan Agus. Hadir pula Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kota Prabumulih, Laila Fadlia, S.Pd., M.Si., yang turut memberikan sambutan kepada para peserta dan pendamping.
Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Prabumulih mengapresiasi pelaksanaan FTBI yang dinilai menjadi wadah bagi pelajar untuk mengenal, mencintai, sekaligus menjaga keberadaan bahasa ibu sebagai bagian dari identitas budaya.
“Festival ini bukan sekadar lomba, tetapi juga menjadi upaya nyata untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu sebagai jati diri dan warisan budaya bangsa,” ujar Beni.
Pelaksanaan FTBI mendapat pendampingan dari Guru Master, yakni Erinda Jhanatri, S.Pd., M.Pd., dan Rizdon Prata Kalingga, S.Pd. Keduanya turut berperan dalam membimbing peserta selama kegiatan berlangsung.
Dalam festival tersebut, para pelajar mengikuti empat cabang perlombaan, yakni membaca dan menulis puisi, membaca dan menulis cerita pendek, mendongeng, serta berpidato.
Untuk memastikan proses penilaian berlangsung objektif dan berkualitas, panitia menghadirkan empat dewan juri yang memiliki kompetensi di bidangnya, yaitu Rina Irayani, S.Pd., Reno Sutriono, S.Pd., Yusri Martina, S.Pd., dan Musri, S.Pd.
Para peserta yang merupakan perwakilan dari SMP se-Kota Prabumulih tampil penuh percaya diri. Nuansa budaya semakin terasa ketika peserta mengenakan pakaian adat serta menampilkan kemampuan berbahasa daerah melalui berbagai karya dan penampilan.
Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kota Prabumulih, Laila Fadlia, S.Pd., M.Si., berharap FTBI dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan bahasa ibu.
“Anak-anak kita hebat-hebat. Ini membuktikan bahwa bahasa ibu akan tetap lestari di tangan generasi yang bangga menggunakannya,” ungkapnya.
Sementara itu, prestasi membanggakan berhasil diraih siswa-siswi SPENDULAS dalam FTBI tingkat Kota Prabumulih. Sekolah tersebut berhasil meraih prestasi di seluruh empat cabang lomba yang diikuti.
Adapun prestasi yang diraih yaitu:
Juara 1 Lomba Cerita Pendek: Desta Aresta, sekaligus berhak melanjutkan ke tingkat provinsi.
Juara 2 Lomba Mendongeng: Sabrina Junyar.
Juara 1 Lomba Pidato: Novi Tapasyah Wilona, sekaligus melanjutkan ke tingkat provinsi.
Juara 2 Lomba Puisi: Salsabilla Nadyfa.
Raihan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi SPENDULAS sekaligus menunjukkan bahwa semangat berkarya dan melestarikan bahasa daerah terus tumbuh di kalangan pelajar Kota Prabumulih.











0 Comments