SPMB 2026 Membludak, SMPN 12 Prabumulih Optimistis Penambahan Rombel Disetujui Kementerian


PRABUMULIH,Vijaronline.com--Antusiasme masyarakat terhadap penerimaan peserta didik baru di SMP Negeri 12 Prabumulih tahun ini sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari membludaknya jumlah pendaftar pada SPMB Tahun Ajaran 2026/2027. belum mampu mengakomodasi seluruh pendaftar.

Pada pelaksanaan SPMB gelombang II melalui jalur domisili dan Tes Kemampuan Akademik (TKA), jumlah pendaftar mencapai 192 calon siswa. Namun, sekolah hanya dapat menerima 125 siswa, sehingga terdapat 64 calon siswa yang belum berhasil diterima.

Kepala SMP Negeri 12 Prabumulih, Laila Fadlia, S.Pd., M.Si., mengatakan sekolah sebenarnya memperoleh alokasi 5 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas maksimal 32 siswa per rombel, atau total daya tampung sebanyak 160 siswa.

"Untuk penerimaan siswa baru di SMP Negeri 12 Prabumulih kami mendapatkan jatah lima rombel. Setiap rombel berisi 32 siswa. Pada gelombang kedua, jumlah pendaftar jalur domisili dan TKA mencapai 192 siswa," ujar Laila diwawancarai media ini, Sabtu (27/6/2026). 

Dari total siswa yang diterima, kata dia, sebanyak 117 siswa berasal dari jalur domisili dan 8 siswa melalui jalur TKA. Sementara itu, dari 10 peserta yang mengikuti seleksi TKA, hanya 8 orang yang dinyatakan lolos.

Laila menjelaskan tingginya jumlah pendaftar dipengaruhi oleh lokasi sekolah yang berada di kawasan padat penduduk. Karena itu, pihak sekolah berharap pemerintah dapat memberikan tambahan rombongan belajar agar lebih banyak siswa yang tinggal di sekitar sekolah dapat diterima.

"Wilayah kami memang padat penduduk, sehingga kami membutuhkan bantuan pemerintah untuk penambahan rombel agar anak-anak yang rumahnya dekat dengan sekolah bisa kami tampung," katanya.

Upaya penambahan kuota tersebut, lanjut Laila, telah dibahas dalam rapat bersama DPRD Kota Prabumulih yang melibatkan Komisi I, II, dan III. Hasil pertemuan itu menyepakati untuk bersama-sama menyampaikan usulan kepada pihak Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP).

Usai rapat, lanjut Laila, pihak sekolah bersama perwakilan DPRD langsung menemui Kepala BPMP, Tanjung Idris, untuk menyampaikan permohonan penambahan kuota.

"Namun, untuk penambahan kuota, Kepala BPMP belum bisa memutuskan karena kewenangannya berada di kementerian. Beliau menyampaikan akan membawa persoalan ini ke kementerian, tetapi hingga saat ini kami masih menunggu keputusan apakah penambahan kuota dapat disetujui atau belum," jelasnya.

Sementara itu, untuk jalur domisili, batas jarak terakhir calon siswa yang diterima tercatat sekitar 1,9 kilometer dari lokasi sekolah.

Pihak sekolah berharap adanya kebijakan penambahan rombongan belajar dapat menjadi solusi atas tingginya animo masyarakat, sehingga lebih banyak calon peserta didik yang berada di sekitar lingkungan sekolah memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan di SMP Negeri 12 Prabumulih. (*)

Post a Comment

0 Comments