PRABUMULIH,Vijaroline.com — Keributan yang melibatkan seorang anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan pegawai di lingkungan Wali Kota Prabumulih H. Arlan beberapa waktu lalu menjadi perhatian publik.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Prabumulih, Rifky Badai Baihaqi, SH., M.Kn, mengimbau seluruh pihak agar dapat menahan diri, terlebih saat ini masyarakat tengah menjalani bulan suci Ramadan.
Menurut Rifky, Ramadan merupakan momentum untuk memperbanyak kebaikan serta mengendalikan diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat, Jumat 6/3/2026.
“Di bulan Ramadan ini seharusnya kita semua dapat menahan diri dari berbagai hal yang kurang baik. Kami mengajak semua pihak untuk mencari jalan tengah dengan mengedepankan rasa persaudaraan serta menjunjung tinggi adab dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya kepada awak media.
Ia menegaskan bahwa sebagai warga Kota Prabumulih, masyarakat harus menjadikan adab sebagai landasan utama dalam menyikapi setiap persoalan.
“Adab itu di atas ilmu. Karena itu, jangan setiap persoalan langsung dibawa ke ranah yang lebih luas. Jika masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan, dari orang ke orang, alangkah baiknya diselesaikan dengan cara tersebut terlebih dahulu,” katanya.
Rifky juga mengingatkan agar persoalan yang terjadi tidak diperluas hingga melibatkan organisasi ataupun keluarga besar dari masing-masing pihak, karena hal tersebut dinilai justru dapat memperkeruh situasi.
“Kami dari organisasi masyarakat Pemuda Pancasila mengimbau agar kita semua kembali bergandengan tangan, terutama di bulan Ramadan ini dan ke depan, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas, ketertiban, serta adab di Kota Prabumulih,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menghormati kepemimpinan Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, sebagai kepala daerah yang memimpin kota tersebut.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden keributan tersebut kini telah memasuki ranah hukum.
Diketahui pihak Adi Susanto sebelumnya telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Selanjutnya, pada siang hari yang sama, laporan juga disampaikan oleh pihak sopir pribadi Wali Kota H. Arlan terkait peristiwa tersebut.
Saat ini, kedua laporan tersebut tengah diproses oleh aparat kepolisian. Semua pihak diharapkan dapat menahan diri serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan. (Rill)









0 Comments