PRABUMULIH,vijaronline.com--Pengamanan kegiatan ibadah Peringatan Wafat Isa Al-Masih (Jumat Agung) Tahun 2026 di wilayah Kota Prabumulih berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Aparat kepolisian memastikan seluruh rangkaian ibadah umat Kristiani dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan yang berarti.
Sebanyak 145 personel diterjunkan untuk melakukan pengamanan di 15 gereja yang tersebar di lima kecamatan, yakni Prabumulih Timur, Prabumulih Barat, Prabumulih Utara, Rambang Kapak Tengah (RKT), dan Cambai. Pengamanan dilaksanakan sejak pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB, menyesuaikan dengan jadwal ibadah di masing-masing gereja.
Pola pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup, dengan menempatkan personel di setiap titik gereja guna memberikan rasa aman kepada jemaat. Selain itu, sterilisasi area dilakukan sebelum ibadah dimulai untuk memastikan lokasi dalam kondisi aman dan terkendali.
Kegiatan pengamanan juga diperkuat dengan patroli mobile atau patroli hunting yang dilakukan secara intensif oleh personel di lapangan. Patroli ini menyasar titik-titik rawan serta jalur akses menuju tempat ibadah, sebagai langkah preventif dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
Selain menjaga keamanan, petugas juga melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi gereja guna menghindari kemacetan serta memastikan kelancaran mobilitas jemaat. Kehadiran aparat di lapangan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah secara khidmat.
Pelaksanaan ibadah Jumat Agung di Kota Prabumulih diikuti oleh ratusan jemaat dengan tingkat kehadiran yang bervariasi di setiap gereja. Beberapa gereja mencatat jumlah jemaat cukup besar, sehingga pengamanan dilakukan secara lebih intensif guna mengantisipasi kerawanan.
Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan adanya gangguan keamanan yang menonjol.
Situasi kamtibmas tetap dalam kondisi aman dan terkendali, menunjukkan efektivitas pola pengamanan yang diterapkan.
Keberhasilan pengamanan ini tidak terlepas dari kesiapan personel serta strategi preventif yang dilakukan secara menyeluruh. Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan selama kegiatan keagamaan berlangsung.
Kapolres Prabumulih, Bobby Kusumawardhana, menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal sebagai bentuk komitmen Polri dalam menjamin kebebasan masyarakat menjalankan ibadah.
“Pengamanan ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa patroli hunting menjadi salah satu strategi utama dalam mengantisipasi potensi gangguan sejak dini, sehingga situasi tetap terkendali sepanjang pelaksanaan kegiatan.
“Langkah preventif melalui patroli mobile kami optimalkan di seluruh wilayah, khususnya di titik rawan, guna mencegah segala bentuk gangguan kamtibmas,” tambahnya.
Pengamanan tidak hanya difokuskan pada Jumat Agung, tetapi akan terus dilanjutkan hingga rangkaian perayaan Paskah selesai. Hal ini dilakukan untuk memastikan situasi keamanan tetap terjaga selama seluruh rangkaian kegiatan keagamaan berlangsung.
Dengan pengamanan yang maksimal, pelaksanaan ibadah Jumat Agung di Kota Prabumulih tahun 2026 menjadi cerminan situasi kamtibmas yang kondusif serta wujud nyata toleransi antarumat beragama yang terus terjaga dengan baik.
Polri melalui jajaran di wilayah Kota Prabumulih akan terus berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memastikan setiap warga dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.(*)









0 Comments