PRABUMULIH, Vijaronline.com – Isu mengenai dugaan pungutan iuran di kawasan Pasar Eks Polsek Timur, Kota Prabumulih, yang belakangan viral di media sosial, mendapat beragam tanggapan dari para pedagang. Mayoritas pedagang yang ditemui di lokasi mengaku tidak mempermasalahkan adanya iuran harian tersebut selama penggunaannya memberikan manfaat bagi lingkungan pasar.
Salah seorang pedagang, Saparudi, mengatakan bahwa iuran yang dibayarkan selama ini nilainya relatif kecil dan telah berlangsung sejak lama. Menurutnya, keberadaan iuran sudah menjadi kesepakatan yang dipahami para pedagang.
"Kalau kami tidak masalah. Selama ini memang ada iuran dan itu sudah biasa. Yang penting tempat tetap bersih, aman, dan kami bisa berjualan dengan nyaman," ujar Saparudi, Sabtu (4/7/2026).
Hal senada juga disampaikan pedagang lainnya. Menurutnya iuran tersebut dipandang sebagai bentuk partisipasi pedagang untuk mendukung operasional dan menjaga kebersihan lingkungan pasar.
"Kami merasa tidak keberatan. Selama jelas peruntukannya dan ada manfaatnya untuk pedagang, kami anggap itu hal yang wajar," katanya.
Meski demikian, para pedagang berharap pengelolaan iuran dilakukan secara terbuka dan transparan. Menurut mereka, keterbukaan dalam penggunaan dana akan menghindari kesalahpahaman serta menjaga kepercayaan di kalangan pedagang maupun masyarakat.
Selain itu, mereka juga berharap informasi yang beredar di media sosial dapat disampaikan secara utuh dan berimbang sehingga tidak menimbulkan persepsi yang keliru terhadap kondisi sebenarnya di lapangan.












0 Comments