PRABUMULIH,Vijaronline.com--Aksi nekat seorang pria yang berpura-pura minta diantar lalu merampas motor dengan ancaman brutal, akhirnya terhenti setelah Tim Opsnal Sunyi Senyap Polsek Prabumulih Barat memburunya sampai ke Kabupaten OKU Timur.
Korban, Leo Ripaldo (24), mahasiswa asal Lembak, tak pernah menduga niat baiknya berubah menjadi teror.
Peristiwa berlangsung Minggu dini hari, 7 Desember 2025, di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Mangga Besar. Pelaku meminta diantar menggunakan motor Honda Vario 160 biru BG 3895 DAX.
Namun begitu tiba di kawasan Pasar Prabumulih, wajah pelaku seketika berubah garang. Dengan suara mengancam, ia memerintahkan Leo turun sambil mengeluarkan kalimat yang membuat nyali ciut:
“Turunlah kau! Kalo dak galak turun, ku benturkan palak kau ke dinding!”
Tak ingin kepalanya benar-benar dijadikan tumbal, korban terpaksa turun. Pelaku langsung tancap gas membawa kabur motor senilai Rp16 juta itu.
Laporan korban langsung ditindaklanjuti polisi. Hasil penyelidikan mengarah pada satu nama, yaitu Hendra Afriyan (28) warga asal Kelurahan Gunung Ibul.
Pada Kamis malam, 11 Desember 2025, sekitar pukul 19.10 WIB, tim menerima informasi penting. Pelaku terlihat di kawasan Tugu Polwan, BK 16 Petanggan, Belitang Mulya, OKU Timur.
Tanpa menunggu lama, Kapolsek Prabumulih Barat IPTU Tomas Siswo Purnomo, SH memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Wendy K, S.Psi., MH bersama Tim Resmob Sunyi Senyap untuk bergerak cepat.
Dalam operasi yang berlangsung senyap dan terukur, Hendra berhasil diringkus tanpa sempat kabur sedikit pun.
Pelaku langsung digelandang ke Polsek Prabumulih Barat. Barang bukti motor Vario biru yang dirampas pun turut diamankan.
Aksi curas bermodus “Minta Tolong Antar” ini kini resmi dibongkar. Polisi menegaskan proses hukum akan terus berlanjut dan tidak menutup kemungkinan ada korban lain dari modus serupa.(*)











0 Comments