SEKAYU,Vijaronline.com-Beredarnya isu akan adanya aksi unjuk rasa ratusan masa di Kabupaten Musi Banyuasin buntut diduga buntut dari penangkapan puluhan kendaraan pengangkut minyak hasil ilegal refinery yang akan di angkut keluar muba,mendapat perhatian luas dari masyarakat. Senin (7/9/2026).
Alih-alih menolak, publik justru menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Kapolres Muba dan jajaran dalam memberantas praktik tindak pidana migas ilegal di wilayah hukum Muba.
Penangkapan terhadap puluhan mobil tangki yang mengangkut minyak hasil penyulingan ilegal keluar Muba dinilai sudah sesuai koridor hukum dan menjadi bukti keseriusan Polri dalam menyelamatkan aset negara.
"Kami mendukung penuh tindakan Kapolres Muba. Ini sudah sesuai undang-undang. Praktik seperti ini hanya menguntungkan sekelompok oknum dan mafia, tapi negara dan lingkungan yang rugi," ujar salah satu masyarakat yang tidak mau dipublikasikan identitasnya.
Lebih lanjut, publik juga mendesak agar penindakan tidak berhenti di jalan saja. Masyarakat meminta Kapolres Muba untuk segera melakukan penertiban terhadap titik-titik ilegal refinery yang masih beroperasi di wilayah Kecamatan Babat Toman dan Kecamatan Keluang.
Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, aktivitas di dua kecamatan tersebut diduga dikoordinir oleh sekelompok koperasi dan perkumpulan yang menjadi jaringan mafia migas ilegal.
Kerugian negara akibat praktik ilegal refinery ini sangat besar. Selain potensi kehilangan Pendapatan Negara Bukan Pajak [PNBP], aktivitas tersebut juga menyebabkan kerusakan lingkungan berupa pencemaran tanah, air, dan udara akibat limbah pembakaran. Masyarakat berharap Polres Muba tidak tebang pilih dalam penegakan hukum.
Semua pihak yang terlibat, termasuk yang membekingi dan mengkoordinir, harus diproses hukum agar memberikan efek jera.
"Kami percaya Kapolres Muba mampu menuntaskan ini. Jangan kasih ruang lagi untuk mafia migas di Muba," tutup warga.
Sampai berita ini diturunkan, Polres Muba belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan operasi dan rencana lanjutan penindakan di lokasi-lokasi ilegal refinery.











0 Comments