SEKAYU, Vijaronline.com—Proyek pembangunan Gedung MUI (Majelis ulama indonesia) oleh PERKIM (Dinas Perumahan Dan Kawasan Pemukiman) muba di Duga Minim Pengawasan.minggu (17/09/2023)
Perihal Proyek pembangunan Gedung MUI yang berdomisili di kelurahan kayuara, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan dengan Volume anggaran APBD tahun 2023 Sebesar Nominal
Rp.992.104.000,00,- (sembilan ratus sembilan puluh dua juta seratus empat ribu rupiah) yang dikerjakan Oleh CV.RASNA dan tidak ada batas waktu pengerjaan nya tertulis di papan pelang/papan angggara proyek,di Duga Minim Pengawasan..?
Terpantau oleh beberapa awak media dilapangan pada hari Jum’at tgl 08 September 2023 Terdapat Dugaan ada kejanggalan di berapa bagaian titik fisik bangun yang sedang dikerjakan seperti rangka atap diduga memakai jenis Truss C-75 bukan Taso TS di kawatairkan kwalitas Taso tersebut tidak sama dengan kekuatan taso TS.
Coran tiang pilar teras depan diduga ada sambungan tidak rapi.di khawatirkan kalau ada bencana seperti gempa bumi goncangan angin kencang,hal tersebut dapat berakibat keretakan pada fisik Dak teras depan.
Coran Ring balok yang diduga di kerjakan asal asalan terlihat ada yang keropos atau kurang padat di khawatirkan dapat mengakibatkan keretakan pada dinding dan besar kemungkinan Baut DANABOL yang berpungsi sebagai pengunci rangka baja atap bisa saja kurang kuat kalau di tanam di Ring balok keropos seperti itu.
Kemudian terpantau juga penyusunan batu bata pada dinding WC yang amburadul disinyalir pengerjaan nya buru- buru diduga asal jadi berpacu dengan waktu.
Dilokasi proyek pembangunan, awak media menjumpai seorang pemuda laki-laki yang tak mau ditulis namanya, dalam pemberitaan mengaku bahwasanya ia selaku buruh tukang proyek gedung MUI yang berasal dari kota Palembang yang mana tugasnya khusus bagian pemasang kerangka atap saja,kalau pbangunan fisik dia tidak tau karena bukan dia yang mengerjakannya,
Lebih lanjut awak media mewancarai tukang proyek tersebut dengan menanyakan perihal kerangka atap yang sudah terpasang memakai jenis apa. Dan dirinya menjelaskan “Kalau Rangka atap yang sudah saya pasangkan itu, memakai jenis Truss C 75,” ujarnya.
Merasa kurang jelas, awak media mepertanyakan kualitas rangka atap jenis Truss C-75.
“Bagus juga, kalau di banding dengan Taso TS ibarat kita beli minuman air kemasan yang merk AQUA Sama Aira, kan sama-sama Air kemasan,” jelas nya.
Menyikapi kejadian ini dan guna untuk keseimbangan pemberitaan awak media telah menghadap mengkonfirmasi lndra selaku
PPK/Pimpro Dinas PERKIM yang memberi tanggapan penjelasan akan hak jawabnya sebagai berikut ini.
“Besok saya kelapangan temui pengawas dan juga pemborong nya kami cek dulu, sekiranya sudah selesai saya hubungi.
Namun hingga berita diterbitakan belum adak pihak bersangkutan mengabarkan/ menghubungi awak media.
(Ar/rmt/HN/tim)











0 Comments