Secarik Kertas Ungkapan Terima Kasih Sulastri Untuk Program JKN

PRABUMULIH,Vijaronline.com-– Sulastri (46) adalah satu dari sekian banyak peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang telah merasakan manfaat dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal itu disampaikannya kepada Tim Jamkesnews pada hari Kamis (28/07). Sulastri kala itu memang sengaja datang ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Prabumulih untuk memberikan secarik kertas sebagai ucapan terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan selaku penyelenggara Program JKN.

Sulastri menceritakan pengalamannya menggunakan Kartu JKN. Ia juga mengaku sudah terdaftar sebagai Peserta JKN sejak tahun 2014. 

“Pada tahun 2016 ibu saya menderita sakit jantung. Kala itu saya menepis semua pendapat orang lain mengenai pelayanan JKN, saya tidak percaya. Alhamdulillah, kini saya merasakannya sendiri. Seluruh biaya pengobatan Ibu saya ditanggung semua oleh Program JKN ini. Dulu, saya pernah menanyakan berapa biaya yang harus saya keluarkan jika tanpa JKN, ternyata mencapai 75 juta Rupiah. Saya merasa sangat puas, banyak terbantu karena program JKN. Terima kasih sekali ada program mulia ini,” ujar Sulastri.

Keseharian Sulastri sebagai wiraswasta, hidup hanya berdua dengan sang ibu yang merupakan pedagang warung manisan. Pada masa pandemi silam, usaha keluarganya turut terkena dampak dari Covid-19 sehingga terkendala dalam pembayaran iuran JKN. 

“Saya sadar sudah menunggak sejak tahun 2020 karena dampak covid kan keuangan terhambat, usaha merugi, jadi tidak mampu bayar. Nah ini ibu saya kembali masuk ke rumah sakit dan harus segera ditangani sehingga kami harus membayar secara umum sebesar 4,5 juta Rupiah. Kalo menurut saya, perlindungan Jaminan Kesehatan untuk keluarga itu sangatlah penting. Jika dibandingkan antara biaya pelayanan Kesehatan yang harus kita keluarkan sendiri dengan iuran yang setiap bulan kita bayar, sungguh jauh berbeda, apalagi kalau kita sudah menderita penyakit kronis. Tanpa Program JKN, mungkin seumur hidup tidak akan bisa membayar biaya Pelayanan Kesehatan,” kata Sulastri.

Sulastri melanjutkan bahwa penyakit sang ibu kumat lagi  pada awal bulan Juli ini, sehingga harus segera mendapatkan pelayanan Kesehatan. 

“Kondisi Covid 19 menyulitkan kami untuk membayar tunggakan iuran, sementara ibu saya harus segera ditangani berobat karena penyakitnya sudah parah. Di tengah kondisi sulit ini, jujur saya bingung. Saya pun mengadukan kebingungan saya ke kantor BPJS Kesehatan. Petugas di loket informasi menginformasikan kepada saya untuk mencoba pengajuan  ke dinas sosial sebagai peserta penerima bantuan iuran dengan melampirkan syarat-syarat sesuai ketentuan yang berlaku. Alhamdulillah Dinas Sosial Kota Prabumulih juga dengan sigap membantu saya dan ibu saya sehingga kepesertaan Program JKN ibu saya kini sudah aktif kembali. Terima kasih banyak Dinas Sosial dan Pemerintah Kota Prabumulih,” kata Sulastri.

Di akhir perbincangan, Sulastri menyampaikan harapannya terkait dengan Program JKN.

“Saya sangat bersyukur sekali karena ada Program JKN yang sangat membantu keluarga saya. JKN benar-benar menolong ibu saya. Kalau ditagihkan dari awal mungkin sudah ratusan juta rupiah. Saya mengusahakan yang terbaik untuk ibu saya, saya ingin sekali ibu saya sembuh, saya minta bantuan do’anya. Terima kasih untuk Tenaga Kesehatan yang sudah merawat ibu saya,” terang Sulastri.

Post a Comment

0 Comments